Sinetron Anakku Bukan Anakku


Sinopsis Sinetron Anakku Bukan Anakku

HIDUP tak pernah mudah bagi manusia yang sedang dicoba imannya. Pasangan Bayu dan Rona tengah diuji iman mereka. Namun Bayu tak kuasa, ia lebih suka berpihak pada bisikan jahat daripada mengikuti nuraninya. Bayu tega menukarkan nasib keturunannya agar sang anak bisa menikmati hidup tanpa derita seperti dirinya.

Bayu memilih jalan keliru. Ia tukarkan bayi yang tak pernah ia harapkan kehadirannya dengan bayi pasangan Nico dan Vivian. Padahal Nico adalah tetangga Bayu yang sangat baik dan penuh perhatian.

Kehidupan sosial keluarga Bayu dan Nico sangatlah kontras. Bayu sangat miskin. Ia harus menerima kenyataan pahit, Bayu di-PHK. Padahal istrinya tengah hamil tua. Lebih pahit lagi, saat hendak melahirkan Rona ditolak rumah sakit. Pasalnya, Bayu tak mampu membayar biaya rumah sakit. Nico menolongnya. Ia biayai kelahiran bayi Bayu. Sementara itu Vivian sendiri hendak melahirkan.









Ketika kedua bayi lahir, setan merasuki hati Bayu. Jika Bayu ingin anaknya hidup mulia dan membalaskan ketidakadilan hidup terhadap Nico, ia harus menukar bayinya. Jadilah Adel diakui sebagai putri keluarga Nico, sementara Tatia dirawat keluarga Bayu. Adel dan Tatia telah bertukar orangtua. Karena iba, Nico meminta Bayu bekerja dan tinggal di paviliun rumah keluarga Nico.

Bayu merasa puas. Ia bisa menyaksikan putrinya, Adel tumbuh dengan dilimpahi harta dan serba-kecukupan. Sebaliknya, Tatia setiap hari menerima siksaan dari Rona yang tak menginginkan Tatia menjadi anaknya. Bayu menikmati kemenangan semuanya ini.

ENAM Belas tahun berlalu. Adel dan Tatia tumbuh menjadi gadis belia. Sama-sama pintar, sama-sama cantik. Tapi Adel benar-benar mewarisi sifat buruk orangtuanya sesungguhnya. Sementara sikap baik dan mulia selalu diperlihatkan Tatia, tak peduli ia harus menghadapi siksaan Adel dan Rona.

Pernah Vivian curiga terhadap sikap Rona yang kerap memukuli Tatia. Sementara Vivian tahu Rona lebih perhatian terhadap Adel. Vivian merasa Tatia bukan anak Rona dan Bayu.

Nico berusaha untuk tetap adil. Ia masukkan Tatia dan Adel di sekolah yang sama. Namun tanpa Nico sadari, Adel kerap iri terhadap keberhasilan Tatia di sekolah. Tatia lebih pintar, nilai-nilai ulangannya lebih bagus. Bahkan Rafly - cowok idola di sekolah - lebih tertarik pada Tatia dibanding Adel. Ini yang membuat sifat dengki Adel makin menjadi.

SIKSAAN demi siksaan masih terus dialami Tatia. Nico dan Vivian tak pernah menyadari bahwa Tatia adalah putri mereka sesungguhnya. Sementara Bayu puas, putrinya bisa hidup serba-kecukupan. Bayu puas bisa melampiaskan dendamnya kepada orang-orang kaya seperti Nico.

Adel hidup dalam kemewahan. Adel hidup di atas derita Tatia. Kesucian dan ketulusan hati Tatia inilah yang akan terus diuji. Iblis terus menggoyahkannya. Mampukah Tatia tidak terjerumus dalam godaan iblis? Bukankah menjadi miskin maupun kaya sebenarnya adalah cobaan? Pesan inilah yang ingin disampaikan pembuat serial Anakku Bukan Anakku kepada pemirsa.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...